Abstrak Artikel
Abstract Kawasan wisata mangrove Tengkolak merupakan daerah wisata bahari yang mengandalkan ekosistem mangrove sebagai objek wisata utama. Kawasan ini menghadapi masalah penumpukan sampah di darat yang terbawa saat pasang air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pencemaran sampah laut pada kawasan wisata mangrove Tengkolak. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei lapangan dan analisis data. Survei dilakukan pada 3 stasiun sejajar garis pantai. Pemilihan stasiun berdasarkan jarak dari garis pantai sekitar 50 meter terhadap surut terendah (vertikal terhadap garis pantai) dan sekitar 50 meter jarak antar stasiun (horizontal terhadap garis pantai . Selanjutnya sampah dikategorikan menurut ukuran dan jenis bahan penyusunnya. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas sampah termasuk kategori ukuran makro yang terbuat dari polimer buatan seperti plastik. Berdasarkan komposisi pada ketiga stasiun ditemukan jumlah relatif material polimer buatan mencapai 86,8 % dengan berat relatif sebesar 59,3 %. Jenis sampah yang terbanyak kedua adalah kain/ tekstil sebesar 4,6% dan jenis sampah yang terberat kedua adalah kaca/ keramik sebesar 15,4%. Jenis sampah logam tidak ditemukan pada ketiga stasiun. Total jumlah sampah pada ketiga stasiun sebanyak 151 item dengan berat total sebesar 3.378 gram. Solusi yang dapat dilaksanakan untuk permasalahan sampah adalah ekonomi sirkular seperti program bank sampah yaitu suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif. Kata Kunci : Sampah laut, identifikasi, pantai tangkolak, mangrove
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.